Hujan air Mata

Saya mau sharing nih, boleh ya.. πŸ™‚
Dua hari lalu saya menangis, betul-betul hujan air mata lho teman-teman…
Saya tumpahkan semuanya, curhat pada Rabb yang menggenggam hati ini.
Nangis karena sedih, Rin? Iya!
Nangis karena bahagia? Iya!
Satu tangisan dengan dua alasan di saat yang sama πŸ™‚
Yeaayy leader nangiiiss…
Yeee leader juga manusia… πŸ˜€
Rina nangis karena apa sih?
Pertama…
Saya sempat sediiiiih banget karena ada yang menyangsikan impian kami, menilai negatif proses yang sedang kami jalani..
Sementara orang itu justru yang kami harapkan dukungannya (emang ga boleh ya berharap sama makhluk, cukup pada Allah saja)
Jedeeerrr… berasa ditampar!
Meski belum pernah sih ada yg nampar, hehe… jangan sampai deh…
Klo ditonjok PERNAH!
Dulu lagi jalan-jalan di Kosambi tiba-tiba ditonjok orang gila… seriusan πŸ™‚
Ditampar lewat kata-kata, begitulah tepatnya…
Teganya… teganya… teganya…
ahaha lebay ini maaahhh…
Sambil nangis saya mikir…
Memang impian kami banyak, dihitung dari materi mah entah berapa ratus juta yang dibutuhkan untuk mewujudkannya.
Dianggep sombong, nyari gengsi.
Iyaaaa… kalo diukur dari kemampuan ekonomi kami sekarang mah emang jauh tanah ke langit, jauh knyataan ke impian.
Tapi itulah yang namanya DREAM.
Selama kita mintanya ke Allah, selama kita mau action di rel menuju impian, ya ga ada yang salah meski semahal apapun impian itu!
Yang salah itu kalo kita punya cita-cita tapi ga mau minta sama Allah, ga mau kerja/action, ga mau di rel yang tepat. Itu mah bukan punya IMPIAN, namanya MENG-HA-YAL.
Waktu itu saya menghibur diri sendiri, secara saat itu di rumah lagi sendirian…
Kata orang yg udah sukses di Oriflame nih ya, kita punya impian banyak atau tinggi, kita menunjukkan optimisme & semangat, lalu ada yang bilang sombong itu mah lumraaah. Telen ajaa…
Karena kita & dia beda niat & cara berpikir.
Kita bermaksud positif malah dinilai negatif. Biariiinn…
Kita ga minta dia yang mewujudkan impian kita kok ya πŸ™‚
Kalau benar-benar menimpa seperti saya kemarin emang bikin nangis sih.
Apa jadi down? Nggak
Malah ada hikmahnya, penilaian ngatif orang berusaha saya kemas supaya jadi energi positif, supaya jadi tambahan bahan bakar selama perjalanan.
Jangan sampai sekarang atau nanti kalau impian mulai terwujud satu demi satu saya beneran jadi sombong, jadi gengsian.
Saya harus tambah optimis & semangat buat membuktikan bahwa tidak ada impian yang terlalu tinggi untuk diraih!
Kalau kita mendahulukan minta sama Allah kenapa harus down, harus jadi pesimis?
Allah Maha Kaya
Maha Pengasih Penyayang
Kalau minta sama Allah kenapa harus tanggung-tanggung
Ya, saya kayaknya emang terpengaruh nih sama ceramah-ceramahnya ustadz Yusuf Mansur :))
Kedua…
Yang bikin saya nangis, meski sedih dengan tamparan tadi tapi saya nangis bersyukur… nangis bahagia…
Bersyukur & bahagiaaaaa sekali karena dibalik kesedihan saya semakin menyadari Allah telah memberikan saya:
-suami dan anak-anak yang mendukung,
-upline-upline yang menghargai impian saya,
-teman-teman di grup ini yang mau bekerja bersama untuk mewujudkan impian yang berbeda-beda,
-teman-teman crossline SimpleBizNet yang saling memotivasi,
-Managemen Oriflame yang percaya bahwa impian saya insyaallah bisa diwujudkan lewat rel perusahaannya,
-dan terutama saya bahagia punya orangtua terutama mamah yang selalu mendo’akan impian-impian saya.
Huwaaa… ga kuat mewek lagi iniiii….
Ya, saya alami perjuangan yang penuh dengan air mata, tadi itu salah satunya… mungkin belum seberapa dibanding mereka-mereka yang telah sukses…
Semoga dengan ini IMPIAN saya semakin dekat untuk terwujud. Aamiin YRA….
MOVE ON… MOVE ON Rina !!!
MOVE ON teman-teman !!!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s