Nasihat kematian

innalillahi

Seorang teman, bukan teman dekat, tidak juga sering berinteraksi bahkan terakhir kita ketemu entah beberapa bulan yang lampau dan hanya bertegur salam belaka, hari jumat kemarin meninggal, dan kematiannya menjadi nasihat besar untuk saya.

Sering saya mendengar kalimat , cukuplah kematian menjadi nasihat, dan beberapa kali saya bertemu dengan kematian orang orang di sekitar saya, dari mulai saudara, hingga tetangga, tidak ada satupun yang membuat saya benar benar paham tentang dimana letak nasihat kematian. Nasihat apa yang diberikan oleh sebuah kematian kepada kita . Hingga kemarin, teman yang bukan teman dekat ini meninggal, tidak terasa saya menangis di perjalanan saat mendengar kabarnya, menangis lagi saat saya berdiri menghadap Rabb saya, dan lagi dan lagi saat mengingat teman ini. Teman yang sama sekali bukan teman dekat, bahkan rumahnya pun baru saya tahu setelah dia meninggal. Ada apa ini ?

Ya, sebab kematian teman ini meninggalkan nasihat yang kuat sekali kedalam hati saya. Nasihat tentang semangat berbuat baik dalam keadaan apapun, nasihat tentang berkorban, nasihat tentang dakwah, nasihat tentang memberi manfaat kepada lingkungan sekitar, dan banyak lagi lainnya.

Berita kematiannya yang telah membuat banyak orang kehilangan, banyak orang meneteskan air mata, semata mata karena beliau telah menjadi sosok yang keberadaannya sangat terasa manfaat dan ketiadaannya membuatnya dirindukan. Apalagi setelah kepergiannya untuk selama lamanya ini, kerinduan itu seakan menyeruak keluar dari dalam hati. Kerinduan untuk melihat senyumnya, sapanya dan, semangat dan kehangatan beliau di setiap pertemuan dan kegiatan.

Dan semua itu menyentuh satu tanya yang dalam sekali di hati saya, bagaimanakah saya dibandingkan dengan beliau ? Secara pribadi ataupun secara manfaat untuk lingkungan. Akankah kematian saya menimbulkan kerinduan yang sama untuk orang lain, ataukah akan sama saja antara ada dan tidak adanya, atau bahkan lebih buruk lagi, akankah kematian saya justru menimbulkan kebahagiaan ? Pertanyaan pertanyaan yang akan saya jadikan motivasi untuk lebih baik lagi di hari hari kedepan, Insya Allah.

Inna Lillahi wa inna ilaihi raji’un, selamat jalan kang deni, semoga Allah menerima semua amal dan mengampuni semua dosa akang. aamien.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s